kaca

Perbedaan Kaca Cermin Alumunium dan Silver

Pada beberapa artikel sebelumnya kita sempat menyinggung terminologi kaca cermin alumunium, yang mana kita mention sudah tidak umum digunakan didalam industri arsitektur dan interior. Selain itu kita memberikan solusi dan penjelasan mengenai kaca cermin silver dan kaca cermin anti-karat atau anti-flek yaitu kaca cermin titanium. Lalu, apakah yang membedakan kaca cermin tersebut dengan kaca cermin silver yang membuat standard industri interior dan arsitektur tidak lagi menggunakan kaca cermin dengan bahan baku metal alumunium-based lagi? Kita akan bahas 3 perbedaan utama pada artikel ini.

Pantulan Cermin Alumunium dan Silver

Jika kita membandingkan pantulan antara kedua cermin tersebut, karena logam yang digunakan cukup berbeda dengan signifikan, maka pantulan cahaya atau bayangan dari kaca cermin silver jauh lebih tinggi dibandingkan dengan cermin dengan alumunium-based reflection. Sehingga secara umum pantulan dengan logam alumunium-based ini akan memantulkan dengan performa sekitar 70% dibandingkan kaca cermin silver yang mendekati 100%. Selain itu warna dan bentuk pantulan lebih mudah terdistorsi dibandingkan dengan kaca cermin silver.

Back/Top Coat Cermin Alumunium dan Silver

Selain itu, top coat atau back coat dari kedua cermin ini cukup berbeda. Secara umum kaca cermin silver memiliki lebih dari 2 layer proteksi di topcoat atau di backcoat pada kaca cermin ini. Sedangkan alumunium-based mirror umumnya melakukan top coating atau back coating yang lebih sedikit dibandingkan dengan kaca cermin silver. Sehingga daya durabilitas produknya akan berbeda jika dibandingkan secara mendetail. Mengenai warna top coat juga sering menjadi pembeda untuk kedua jenis kaca cermin ini jika diproduksi dari sumber pabrik yang sama.

Daya Tahan Oksidasi atau Karat

Sehingga dengan demikian hal utama yang menyebabkan alumunium mirror kurang diminati untuk industri kaca di interior dan arsitektur adalah dari durabilitas atau daya tahan terhadap karat. Hal ini disebabkan oleh karena untuk aplikasi industri interior dan arsitektural, standard kaca cermin yang biasa dipakai harus memiliki durability yang tinggi terhadap oksidasi dan karat.

 

6 jenis Kaca Aluminium yang harus anda tahu

1. Kaca bening

Jenis kaca pertama yang bisa anda gunakan untuk hunian yaitu kaca bening.kaca jenis tersebut sering disebut juga dengan kaca polos ataupun kaca tidak berwarna,kaca bebas distorsi dan kaca rata.karena keunikanya tersebut,jenis material ini cukup populer digunakan untuk interior hunian bersama dengan kusen aluminium malang. ketebalanya yang dimiliki pada kaca bening tersebut juga bervariasi mulai dari 5 sampai 8 mm.anda bisa menyesuaikan dengan luas jendela yang anda miliki.

2. Kaca es

Kaca es disebut dengan permukaanya yang bertekstur dan memiliki efek dekoratif seperti es.tekstur tersebut didapatkan dari proses pencetakan adonan kaca sehingga memiliki pola yang khusus.kaca es juga cocok untuk interior hunian dan juga disamakan dengan kusen yang dibeli di toko jendela aluminium malang. Karena kaca tersebut bisa menerangi hunian dengan pencahayaan yang lembut.tekstur kaca bergelombang akan mencegah sinat matahari sehingga tidak terlalu silau pada siang hari.

3. Kaca berwarna

Kaca berikutnya adalah kaca yang berwarna yang dilapisi dengan lapisi dengan lembaran yang terbuat dari logam.kaca ini tidak hanya berwarna gelap seperti hitam lainya,tetapi juga bisa berwarna biru gelap,dan hjau gelap.kaca ini mampu menahan sinar matahari hingga mencapai 55 persen sehingga mengurangi beban biaya AC.tak hanya saja,penggunaan kaca ini juga bisa menjaga privasi anda dan penghuni.

4. Kaca laminasi

Kaca laminasi adalah kaca yang bisa dikatakan paling aman karena dapat lapisan ini bernama polofinil transparan yang ada pada titik bagian bawah kaca.tetapi kaca retak,kaca ini kan tetap menempel pada rangka yang sudah dipasang.jika anda ingin mendapatkanya produk yang seperti ini,anda bisa membelinya di toko kusen aluminium malang.jenis kaca ini sangatlah cocok digunakan sebagai material kaca blakon dan lantai atas.

5. Kaca patri

Kaca patri adalah kaca yang dihasilkan dari proses penambahan zat garam metalik pada adonan pembuatan kaca sehingga tercipta warna yang berbeda.penggunaan kaca patri pada hunian juga dapat bermanfaat sebagai pelindung furniture dari parparan sinar matahari.selain itu juga berfungsi sebagai penghalang sinar matahari,kaca patri juga banyak yang digunakan untuk mempercantik interior hunian.

6.Kaca cermin

Kaca cermin ataupun mirror glass tampak seperti cermin di satu sisi,tetapi di sisi lainya tampak tembus pandang.jenis kaca tersebut bisa juga dipasang di area depan hunian rumah seperti ruang tamu agar beraktivitas di dalam hunian tidak terlihat oleh orang di luar rumah.jika anda ingin memasang kaca jenis tersebut,anda bisa mempercayakan pengarapan pada jasa dari jendela aluminium malang

Apa Saja Kelebihan Aluminium Sebagai Kusen Kaca?

Agar kaca jendela tidak mudah patah atau rusak, kusen sangat dibutuhkan dan menjadi elemen penting untuk menahan kaca. Oleh sebab itu, ada berbagai jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat kusen kaca, salah satunya adalah aluminium.

Jendela kaca mati aluminium memiliki berbagai kelebihan seperti penyejuk ruangan, kedap suara, kokoh, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui manfaat lainnya simak artikel ini sampai habis, ya.

Ringan dan Kuat

Aluminium adalah bahan yang sangat ringan namun memiliki kekuatannya sangat luar biasa. Kusen kaca yang terbuat dari aluminium akan memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan bahan lain seperti kayu atau besi. Tidak hanya itu, kusen jendela kaca minimalis modern dari aluminium juga tahan terhadap korosi dan dapat bertahan lama tanpa memerlukan perawatan khusus.

Tampilan yang Modern

Aluminium adalah bahan yang sangat fleksibel dan mudah dibentuk. Hal ini memungkinkan penggunaan aluminium sebagai kusen kaca dengan desain yang modern dan elegan. Kusen kaca aluminium dapat dibentuk menjadi berbagai bentuk dan ukuran sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan desain bangunan.

Mudah Dalam Perawatan

Dalam hal perawatan, kusen kaca aluminium juga tidaklah sulit, Anda cukup dengan membersihkannya secara berkala dengan air dan sabun. Selain itu, kusen kaca aluminium tidak akan membentuk jamur atau membusuk seperti kusen kaca yang terbuat dari kayu.

Lebih Hemat Energi

Dengan menggunakan jendela kaca aluminium mati pada partisi ruangan, rumah, atau kantor maka Anda bisa lebih menghemat energi. Mengapa? Karena aluminium dapat menjaga suhu ruangan ber-AC tetap dingin dan sejuk.

Jenis Kaca Jendela yang Tepat

Beberapa rekomendasi di bawah ini bisa menjadi pertimbangan dan solusi bagi Anda yang ingin mencari kaca.

  1. Kaca bening atau clear: Kaca ini tidak memiliki warna sehingga dapat melihat keadaan sekitar di luar bangunan secara jelas dan merupakan kaca yang paling populer.
  2. kaca lamated : Kaca ini biasa dikenal dengan safety glass karena kemampuannya dalam menjaga perlindungan yang tinggi. Kaca ini sangatlah tebal karena terdiri dari dua lapisan kaca dan film ditengah-tengahnya sehingga sulit untuk dijebol.
  3. Kaca Tempered: Tempered glass atau kaca tempered memiliki durabilitas yang paling tinggi diantara kaca-kaca lainnya. Selain itu, apabila pecah makan pecahannya berubah menjadi pecahan yang kecil dan tidak membahayakan.

Survei Lokasi Pembangunan: Pentingnya dan Tahapan Pelaksanaannya

Survei lokasi pembangunan adalah langkah awal yang krusial dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek konstruksi. Tujuan utama dari survei ini adalah untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai kondisi fisik, lingkungan, sosial, serta legalitas lahan yang akan digunakan. Informasi tersebut sangat penting agar proses pembangunan dapat berjalan efektif, efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pentingnya Survei Lokasi

  1. Identifikasi Potensi dan Kendala: Survei lokasi membantu mengidentifikasi potensi dan kendala yang ada di area pembangunan. Misalnya, survei topografi untuk mengetahui kondisi tanah, ketinggian lahan, serta potensi bencana seperti banjir atau tanah longsor.
  2. Penentuan Desain yang Tepat: Hasil survei memberikan panduan dalam penentuan desain konstruksi yang paling sesuai. Desain bangunan harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemiringan lahan, jenis tanah, dan kondisi cuaca di lokasi.
  3. Kepatuhan terhadap Regulasi: Survei lokasi juga bertujuan memastikan bahwa proyek pembangunan memenuhi semua persyaratan hukum dan regulasi yang berlaku, baik dalam hal izin lahan, tata ruang, maupun dampak lingkungan.
  4. Perencanaan Anggaran dan Waktu: Dengan data yang akurat dari survei, pengembang bisa menyusun estimasi anggaran dan jadwal yang realistis. Tanpa survei yang tepat, risiko terjadinya pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek akan semakin besar.

Jenis-Jenis Survei Lokasi

  1. Survei Topografi: Survei ini mencakup pengukuran dan pemetaan kontur tanah, elevasi, serta fitur-fitur alam seperti sungai, bukit, dan lembah. Hasil survei ini digunakan untuk merencanakan tata letak bangunan.
  2. Survei Geoteknik: Bertujuan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan tanah. Survei ini melibatkan pengujian karakteristik tanah seperti daya dukung tanah, stabilitas lereng, serta keberadaan air tanah. Informasi ini penting untuk menentukan jenis pondasi yang akan digunakan.
  3. Survei Hidrologi: Dilakukan untuk memahami sistem aliran air di lokasi, baik permukaan maupun bawah tanah. Survei ini diperlukan terutama di daerah rawan banjir atau genangan air.
  4. Survei Lingkungan: Fokus pada dampak pembangunan terhadap lingkungan sekitar, termasuk flora, fauna, dan kualitas udara. Hasil survei ini sering kali menjadi syarat dalam mendapatkan izin AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).
  5. Survei Sosial dan Ekonomi: Penting untuk memahami kondisi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. Survei ini membantu dalam mengidentifikasi potensi dampak sosial yang mungkin timbul, seperti gangguan aktivitas masyarakat atau kebutuhan relokasi.

Tahapan Survei Lokasi Pembangunan

  1. Studi Pendahuluan: Pada tahap ini, pengembang mengumpulkan informasi awal mengenai lokasi pembangunan, seperti peta wilayah, data iklim, dan dokumen perizinan yang relevan.
  2. Pengukuran Lapangan: Tim survei turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengukuran fisik menggunakan alat-alat seperti theodolite, GPS, dan drone untuk pemetaan udara. Pada tahap ini juga dilakukan pengambilan sampel tanah dan air jika diperlukan.
  3. Pengolahan Data: Setelah data terkumpul, dilakukan pengolahan dan analisis untuk menghasilkan peta, diagram, serta laporan yang menggambarkan kondisi lokasi secara menyeluruh.
  4. Penyusunan Laporan: Hasil dari survei dituangkan dalam laporan yang akan digunakan sebagai dasar untuk perencanaan detail proyek pembangunan. Laporan ini biasanya mencakup rekomendasi desain, analisis risiko, dan solusi teknis yang dibutuhkan.
  5. Presentasi Hasil Survei: Laporan survei biasanya disampaikan kepada pemangku kepentingan, termasuk pengembang, arsitek, dan kontraktor untuk didiskusikan lebih lanjut sebelum pelaksanaan pembangunan dimulai.

Tantangan dalam Survei Lokasi Pembangunan

Beberapa tantangan yang sering dihadapi dalam survei lokasi antara lain:

  • Aksesibilitas Lokasi: Beberapa lokasi pembangunan mungkin sulit dijangkau karena medan yang berat atau minimnya infrastruktur jalan.
  • Cuaca dan Iklim: Kondisi cuaca buruk dapat menghambat proses survei, terutama jika dilakukan di daerah dengan curah hujan tinggi atau rawan bencana.
  • Kendala Legalitas: Masalah hukum terkait status lahan atau izin pembangunan dapat memperlambat proses survei dan menunda proyek.

Kaca Aluminium: Bahan Modern untuk Arsitektur dan Desain Interior

Kaca aluminium adalah kombinasi dari kaca dengan bingkai atau struktur penopang berbahan aluminium. Material ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari pintu, jendela, hingga fasad bangunan. Kaca aluminium menjadi populer karena memiliki banyak kelebihan, baik dari segi estetika maupun fungsionalitas.

Kelebihan Kaca Aluminium

  1. Tahan Karat dan Tahan Lama
    Salah satu keunggulan utama aluminium sebagai bahan konstruksi adalah ketahanannya terhadap korosi. Tidak seperti baja atau kayu yang bisa berkarat atau lapuk seiring waktu, aluminium tetap awet dalam berbagai kondisi cuaca. Hal ini membuat kaca aluminium sangat cocok digunakan di luar ruangan atau di area dengan kelembaban tinggi.
  2. Ringan dan Kokoh
    Aluminium memiliki bobot yang ringan, namun tetap kokoh. Ini memungkinkan kaca aluminium untuk menahan beban yang cukup besar tanpa menambah berat pada struktur bangunan. Karena ringan, instalasinya juga lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan bahan lain seperti besi atau kayu.
  3. Ramah Lingkungan
    Aluminium adalah material yang dapat didaur ulang hampir 100%. Dalam konteks arsitektur yang semakin berfokus pada keberlanjutan, penggunaan kaca aluminium dapat membantu mengurangi jejak karbon bangunan karena proses daur ulangnya yang efisien dan tidak memerlukan energi besar.
  4. Perawatan Mudah
    Kaca aluminium tidak memerlukan perawatan khusus. Untuk menjaga kebersihannya, cukup dengan membersihkan kaca dan bingkai aluminium menggunakan lap basah secara berkala. Selain itu, aluminium tidak mudah tergores atau rusak meskipun terkena paparan sinar matahari langsung.
  5. Desain yang Modern dan Minimalis
    Aluminium memiliki tampilan yang sleek dan modern, sangat sesuai dengan gaya desain minimalis yang sedang tren saat ini. Karena bisa dicat dalam berbagai warna, kaca aluminium juga bisa disesuaikan dengan berbagai tema desain interior maupun eksterior bangunan.

Penggunaan Kaca Aluminium dalam Bangunan

  1. Jendela dan Pintu
    Kombinasi kaca dan aluminium sering digunakan untuk jendela dan pintu pada gedung perkantoran, rumah, dan apartemen. Kaca memberikan akses cahaya alami yang maksimal, sementara aluminium menawarkan ketahanan dan tampilan yang elegan.
  2. Fasad Bangunan
    Pada bangunan komersial dan pencakar langit, kaca aluminium sering digunakan sebagai fasad. Struktur fasad kaca aluminium tidak hanya mempercantik bangunan, tetapi juga membantu mengatur masuknya cahaya dan panas ke dalam gedung, sehingga efisiensi energi bisa terjaga.
  3. Partisi Interior
    Dalam desain interior, kaca aluminium sering digunakan sebagai partisi ruangan. Kaca memberikan kesan ruang yang lebih luas dan terbuka, sementara aluminium memberikan kekuatan dan struktur yang kokoh.

Kelemahan Kaca Aluminium

Meskipun memiliki banyak kelebihan, kaca aluminium juga memiliki beberapa kelemahan:

  1. Isolasi Suara yang Kurang Baik
    Aluminium bukanlah material yang baik untuk isolasi suara. Untuk area yang membutuhkan ketenangan ekstra, mungkin perlu mempertimbangkan kombinasi dengan bahan lain atau menambah lapisan insulasi.
  2. Keterbatasan Warna Alami
    Secara alami, aluminium memiliki warna perak yang mungkin tidak sesuai dengan semua konsep desain. Meskipun bisa dicat, lapisan cat ini bisa memudar seiring waktu jika tidak dirawat dengan baik.
Kembali ke Atas

Reset password

Enter your email address and we will send you a link to change your password.

Get started with your account

to save your favourite homes and more

Sign up with email

Get started with your account

to save your favourite homes and more

By clicking the «SIGN UP» button you agree to the Terms of Use and Privacy Policy
Powered by Estatik