Taman

Survei Lokasi Pembangunan: Pentingnya dan Tahapan Pelaksanaannya

Survei lokasi pembangunan adalah langkah awal yang krusial dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek konstruksi. Tujuan utama dari survei ini adalah untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai kondisi fisik, lingkungan, sosial, serta legalitas lahan yang akan digunakan. Informasi tersebut sangat penting agar proses pembangunan dapat berjalan efektif, efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pentingnya Survei Lokasi

  1. Identifikasi Potensi dan Kendala: Survei lokasi membantu mengidentifikasi potensi dan kendala yang ada di area pembangunan. Misalnya, survei topografi untuk mengetahui kondisi tanah, ketinggian lahan, serta potensi bencana seperti banjir atau tanah longsor.
  2. Penentuan Desain yang Tepat: Hasil survei memberikan panduan dalam penentuan desain konstruksi yang paling sesuai. Desain bangunan harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemiringan lahan, jenis tanah, dan kondisi cuaca di lokasi.
  3. Kepatuhan terhadap Regulasi: Survei lokasi juga bertujuan memastikan bahwa proyek pembangunan memenuhi semua persyaratan hukum dan regulasi yang berlaku, baik dalam hal izin lahan, tata ruang, maupun dampak lingkungan.
  4. Perencanaan Anggaran dan Waktu: Dengan data yang akurat dari survei, pengembang bisa menyusun estimasi anggaran dan jadwal yang realistis. Tanpa survei yang tepat, risiko terjadinya pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek akan semakin besar.

Jenis-Jenis Survei Lokasi

  1. Survei Topografi: Survei ini mencakup pengukuran dan pemetaan kontur tanah, elevasi, serta fitur-fitur alam seperti sungai, bukit, dan lembah. Hasil survei ini digunakan untuk merencanakan tata letak bangunan.
  2. Survei Geoteknik: Bertujuan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan tanah. Survei ini melibatkan pengujian karakteristik tanah seperti daya dukung tanah, stabilitas lereng, serta keberadaan air tanah. Informasi ini penting untuk menentukan jenis pondasi yang akan digunakan.
  3. Survei Hidrologi: Dilakukan untuk memahami sistem aliran air di lokasi, baik permukaan maupun bawah tanah. Survei ini diperlukan terutama di daerah rawan banjir atau genangan air.
  4. Survei Lingkungan: Fokus pada dampak pembangunan terhadap lingkungan sekitar, termasuk flora, fauna, dan kualitas udara. Hasil survei ini sering kali menjadi syarat dalam mendapatkan izin AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).
  5. Survei Sosial dan Ekonomi: Penting untuk memahami kondisi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. Survei ini membantu dalam mengidentifikasi potensi dampak sosial yang mungkin timbul, seperti gangguan aktivitas masyarakat atau kebutuhan relokasi.

Tahapan Survei Lokasi Pembangunan

  1. Studi Pendahuluan: Pada tahap ini, pengembang mengumpulkan informasi awal mengenai lokasi pembangunan, seperti peta wilayah, data iklim, dan dokumen perizinan yang relevan.
  2. Pengukuran Lapangan: Tim survei turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengukuran fisik menggunakan alat-alat seperti theodolite, GPS, dan drone untuk pemetaan udara. Pada tahap ini juga dilakukan pengambilan sampel tanah dan air jika diperlukan.
  3. Pengolahan Data: Setelah data terkumpul, dilakukan pengolahan dan analisis untuk menghasilkan peta, diagram, serta laporan yang menggambarkan kondisi lokasi secara menyeluruh.
  4. Penyusunan Laporan: Hasil dari survei dituangkan dalam laporan yang akan digunakan sebagai dasar untuk perencanaan detail proyek pembangunan. Laporan ini biasanya mencakup rekomendasi desain, analisis risiko, dan solusi teknis yang dibutuhkan.
  5. Presentasi Hasil Survei: Laporan survei biasanya disampaikan kepada pemangku kepentingan, termasuk pengembang, arsitek, dan kontraktor untuk didiskusikan lebih lanjut sebelum pelaksanaan pembangunan dimulai.

Tantangan dalam Survei Lokasi Pembangunan

Beberapa tantangan yang sering dihadapi dalam survei lokasi antara lain:

  • Aksesibilitas Lokasi: Beberapa lokasi pembangunan mungkin sulit dijangkau karena medan yang berat atau minimnya infrastruktur jalan.
  • Cuaca dan Iklim: Kondisi cuaca buruk dapat menghambat proses survei, terutama jika dilakukan di daerah dengan curah hujan tinggi atau rawan bencana.
  • Kendala Legalitas: Masalah hukum terkait status lahan atau izin pembangunan dapat memperlambat proses survei dan menunda proyek.

Jasa Pembuatan Kolam Ikan: Membuat Kolam Impian Anda Menjadi Nyata

Memiliki kolam ikan di halaman rumah bukan hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memberikan suasana tenang dan rileks. Keindahan kolam ikan yang dipadukan dengan suara gemericik air mampu menciptakan atmosfer alami yang menenangkan pikiran. Bagi banyak orang, memiliki kolam ikan menjadi impian, namun proses pembuatannya bisa jadi cukup rumit. Inilah saatnya jasa pembuatan kolam ikan hadir sebagai solusi.

Mengapa Menggunakan Jasa Pembuatan Kolam Ikan?

Pembuatan kolam ikan bukan hanya tentang menggali tanah dan mengisi air. Ada banyak aspek teknis yang perlu dipertimbangkan, seperti desain, pemilihan material, sirkulasi air, pencahayaan, dan penempatan tanaman air yang tepat. Berikut beberapa alasan mengapa menggunakan jasa profesional lebih menguntungkan:

  1. Desain Sesuai Keinginan: Penyedia jasa pembuatan kolam ikan akan membantu merancang kolam sesuai dengan gaya dan keinginan Anda. Baik itu kolam minimalis, natural, atau kolam modern dengan fitur air mancur, mereka dapat menyesuaikan desain dengan kondisi lahan yang ada.
  2. Pengetahuan Teknis: Ahli kolam ikan memahami aspek-aspek teknis seperti pengaturan sistem filtrasi, pompa air, hingga sirkulasi yang baik untuk menjaga kesehatan ikan dan kejernihan air. Kesalahan dalam pemasangan dapat menyebabkan kolam cepat kotor atau bahkan membahayakan ikan.
  3. Material Berkualitas: Mereka juga mengetahui material terbaik yang tahan lama dan sesuai untuk kolam ikan. Penggunaan material berkualitas akan memastikan kolam tidak mudah bocor atau rusak dalam jangka panjang.
  4. Efisiensi Waktu dan Biaya: Dengan menggunakan jasa profesional, Anda tidak perlu repot mengurus sendiri semua tahapan pembangunan. Ini juga menghemat biaya jangka panjang karena mereka dapat mencegah kesalahan yang bisa mahal untuk diperbaiki.
  5. Perawatan dan Perbaikan: Selain pembuatan, banyak penyedia jasa juga menawarkan layanan perawatan berkala dan perbaikan kolam. Ini sangat penting agar kolam tetap bersih dan sehat untuk ikan-ikan di dalamnya.

Proses Pembuatan Kolam Ikan

Secara umum, proses pembuatan kolam ikan melalui beberapa tahapan, yaitu:

  1. Konsultasi dan Perencanaan: Langkah pertama adalah mendiskusikan kebutuhan dan preferensi Anda. Penyedia jasa akan mengunjungi lokasi dan memberikan saran terkait desain yang sesuai dengan ukuran dan karakter lahan.
  2. Desain dan Pengukuran: Setelah rencana disetujui, mereka akan membuat desain detil, lengkap dengan ukuran, jenis material yang digunakan, dan sistem filtrasi yang tepat.
  3. Pembangunan Kolam: Proses pembangunan dimulai dengan penggalian tanah, pemasangan material (seperti semen, batu, atau liner kolam), instalasi sistem filtrasi dan pompa, serta penataan elemen dekoratif seperti batu atau tanaman air.
  4. Pengisian Air dan Penyesuaian: Setelah kolam selesai dibangun, kolam diisi dengan air dan dilakukan penyesuaian sistem filtrasi serta sirkulasi. Penyedia jasa juga akan memantau kondisi air sebelum kolam siap untuk diisi ikan.

Jenis Kolam Ikan yang Bisa Dibuat

Ada beberapa jenis kolam ikan yang bisa dibuat, tergantung pada tujuan dan estetika yang diinginkan, antara lain:

  • Kolam Ikan Hias: Biasanya dibuat untuk menampung ikan koi atau ikan hias lainnya. Desainnya lebih fokus pada keindahan, baik dari segi bentuk kolam maupun dekorasi sekitarnya.
  • Kolam Ikan Terpal: Jenis ini lebih sederhana dan sering digunakan untuk budidaya ikan. Kolam terpal umumnya lebih mudah dibuat dan lebih murah biayanya.
  • Kolam Ikan Alami: Didesain menyerupai kolam alami dengan air yang mengalir, tanaman air, dan batu-batuan yang ditempatkan secara alami.

tips untuk membuat taman hias

Membuat taman hias di rumah bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk memperindah lingkungan sekitar dan memberikan kesan segar serta asri. Berikut adalah langkah-langkah dasar dan tips untuk membuat taman hias yang menarik:

1. Perencanaan Desain Taman

Sebelum mulai menanam, penting untuk merencanakan desain taman. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Ukuran Lahan: Tentukan area yang akan digunakan untuk taman. Untuk lahan kecil, Anda bisa memanfaatkan pot gantung atau vertikal garden.
  • Tema Taman: Pilih tema yang sesuai dengan gaya rumah Anda, misalnya taman tropis, minimalis, atau taman dengan konsep Jepang.
  • Pemilihan Tanaman: Sesuaikan jenis tanaman dengan tema yang diinginkan dan kondisi lingkungan (seperti intensitas cahaya dan kelembapan).

2. Persiapan Lahan

Setelah desain direncanakan, langkah berikutnya adalah mempersiapkan lahan:

  • Bersihkan Area: Singkirkan rumput liar dan bebatuan di area yang akan dijadikan taman.
  • Penggemburan Tanah: Gemburkan tanah agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Jika tanah terlalu keras, tambahkan pupuk kompos untuk memperbaiki teksturnya.

3. Pemilihan Tanaman

Tanaman hias adalah elemen utama dalam sebuah taman. Beberapa pilihan tanaman yang umum digunakan di taman hias antara lain:

  • Tanaman Bunga: Seperti mawar, anggrek, atau bougenville untuk memberikan warna pada taman.
  • Tanaman Daun Hias: Seperti tanaman paku-pakuan, monstera, atau tanaman kaktus jika Anda menginginkan perawatan yang lebih sederhana.
  • Tanaman Rambat: Misalnya tanaman sirih gading atau bunga telang untuk taman vertikal atau pagar.

4. Pengaturan Hardscape

Hardscape adalah elemen non-tanaman yang bisa menambah estetika taman. Beberapa contoh hardscape adalah:

  • Batu Alam dan Kerikil: Bisa digunakan untuk membuat jalur setapak atau batas-batas tanaman.
  • Pohon Buatan atau Patung Hias: Bisa menjadi fokus atau elemen sentral di taman.
  • Air Mancur atau Kolam Mini: Elemen air bisa menambah suasana sejuk dan segar pada taman.

5. Penanaman dan Penyusunan Tanaman

Ketika mulai menanam, perhatikan komposisi dan penataan tanaman. Beberapa tips:

  • Tanaman Tinggi di Belakang: Letakkan tanaman yang lebih tinggi di bagian belakang atau sudut taman agar tidak menghalangi tanaman yang lebih rendah.
  • Tanaman Rendah di Depan: Tanam tanaman yang pendek atau berukuran kecil di bagian depan agar terlihat lebih rapi.
  • Tanaman Berwarna Kontras: Pilih tanaman dengan warna yang saling melengkapi agar terlihat menarik, seperti menggabungkan bunga kuning dengan bunga ungu.

6. Perawatan Taman

Merawat taman hias adalah kunci agar taman selalu terlihat indah dan sehat:

  • Penyiraman: Siram tanaman secara rutin, terutama di pagi atau sore hari agar tanah tetap lembab.
  • Pemangkasan: Lakukan pemangkasan secara berkala untuk menjaga bentuk tanaman agar tetap rapi dan tidak tumbuh terlalu liar.
  • Pupuk: Beri pupuk organik atau pupuk NPK secara rutin agar tanaman mendapat nutrisi yang cukup.

7. Dekorasi Tambahan

Anda bisa menambahkan berbagai dekorasi untuk mempercantik taman, seperti:

  • Lampu Taman: Untuk memberikan pencahayaan saat malam hari.
  • Pot Keramik atau Gerabah Unik: Pot dengan desain menarik bisa menjadi elemen tambahan yang mempercantik taman.

PAGAR TRALIS

Pagar tralis adalah jenis pagar yang terbuat dari rangkaian besi atau baja yang diatur sedemikian rupa untuk menciptakan pola atau desain tertentu. Pagar ini biasanya digunakan sebagai pembatas area, baik untuk rumah tinggal, perkantoran, taman, maupun fasilitas umum lainnya. Selain berfungsi sebagai pembatas, pagar tralis juga memberikan perlindungan dan estetika bagi bangunan atau area yang diapitnya.

1. Jenis-Jenis Pagar Tralis

Ada beberapa jenis pagar tralis yang sering digunakan, antara lain:

  • Pagar Tralis Besi: Terbuat dari material besi yang kuat dan tahan lama. Besi sering dilapisi dengan cat anti karat agar tahan terhadap cuaca.
  • Pagar Tralis Baja: Baja dikenal lebih kuat dari besi biasa. Pagar tralis baja biasanya digunakan pada bangunan yang membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi.
  • Pagar Tralis Aluminium: Jenis ini lebih ringan daripada besi dan baja, namun tetap tahan lama dan memiliki ketahanan terhadap karat yang baik.

2. Kelebihan Pagar Tralis

Pagar tralis memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

  • Keamanan: Pagar tralis sering digunakan untuk memberikan perlindungan tambahan bagi rumah atau properti. Dengan desain yang kokoh, pagar ini sulit untuk dirusak.
  • Estetika: Banyak pagar tralis yang dibuat dengan desain yang menarik, menambah nilai estetika sebuah bangunan.
  • Ventilasi dan Cahaya: Karena terbuat dari bahan yang berbentuk rangkaian, pagar tralis tidak menghalangi sirkulasi udara dan cahaya, sehingga area di dalamnya tetap terang dan sejuk.
  • Tahan Lama: Terutama jika dibuat dari bahan berkualitas seperti baja atau besi yang dilapisi cat anti karat, pagar tralis dapat bertahan dalam waktu yang lama.

3. Pemasangan dan Perawatan Pagar Tralis

Pemasangan pagar tralis relatif mudah jika dikerjakan oleh tenaga ahli. Namun, perawatan pagar tralis juga penting untuk memastikan keawetannya. Pagar besi dan baja perlu dilapisi cat secara berkala untuk mencegah karat, sementara aluminium lebih minim perawatan karena tahan terhadap korosi.

4. Penggunaan Pagar Tralis

Beberapa penggunaan umum pagar tralis antara lain:

  • Rumah Tinggal: Pagar tralis sering dipasang di sekitar rumah untuk menambah perlindungan dan keindahan.
  • Gedung Perkantoran: Selain sebagai pengaman, pagar ini juga memberikan tampilan modern dan minimalis bagi gedung-gedung perkantoran.
  • Taman atau Area Publik: Pagar tralis juga sering digunakan untuk membatasi taman atau area publik, karena tidak menghalangi pemandangan sekaligus tetap memberikan perlindungan.
  • Gudang dan Fasilitas Industri: Penggunaan pagar tralis di fasilitas industri atau gudang berfungsi untuk menjaga keamanan dan mencegah akses yang tidak diinginkan.

5. Desain dan Tren Pagar Tralis

Desain pagar tralis terus berkembang sesuai dengan tren arsitektur dan desain bangunan. Beberapa desain modern mengusung gaya minimalis dengan pola geometris yang sederhana namun elegan. Sementara itu, pagar tralis dengan motif klasik tetap menjadi favorit di kalangan pemilik rumah yang menyukai kesan mewah dan tradisional.

Batu Sikat: Pengertian, Jenis, dan Penggunaannya dalam Desain Lantai

1. Pengertian Batu Sikat

Batu sikat, atau sering disebut batu koral sikat, merupakan salah satu material alami yang banyak digunakan dalam dekorasi eksterior, terutama untuk lantai, jalan setapak, dan halaman rumah. Batu ini memiliki tekstur kasar dengan bentuk bulat kecil dan permukaan halus setelah dipoles, sehingga memberikan tampilan alami sekaligus artistik.

2. Jenis-Jenis Batu Sikat

Batu sikat hadir dalam berbagai ukuran, warna, dan jenis, tergantung pada asal batuan dan proses pembuatannya. Berikut adalah beberapa jenis batu sikat yang umum digunakan:

  • Batu Sikat Hitam: Warna hitam alami yang elegan, sering digunakan untuk menciptakan kontras dalam desain lantai.
  • Batu Sikat Putih: Memberikan kesan bersih dan luas, cocok untuk area yang ingin menonjolkan nuansa terang.
  • Batu Sikat Hijau: Biasanya berasal dari batu alam tertentu, cocok untuk menciptakan suasana sejuk.
  • Batu Sikat Campur: Kombinasi dari beberapa warna batu yang sering digunakan untuk pola dekoratif.

3. Kegunaan Batu Sikat

Batu sikat sangat populer dalam aplikasi desain lantai luar ruangan karena ketahanannya terhadap cuaca dan kemampuannya memberikan kesan estetika yang menarik. Beberapa kegunaannya antara lain:

  • Lantai Carport: Batu sikat sering digunakan di area parkir mobil atau carport karena tidak licin dan tahan lama.
  • Taman dan Jalan Setapak: Selain memberikan kesan natural, batu sikat juga tahan terhadap perubahan suhu sehingga cocok digunakan di area terbuka.
  • Dekorasi Kolam: Banyak kolam ikan atau kolam renang yang menggunakan batu sikat untuk memberikan sentuhan alami dan mempercantik tampilan.
  • Dinding Eksterior: Batu sikat juga bisa digunakan untuk melapisi dinding, menambah tekstur serta karakter pada dinding luar bangunan.

4. Cara Pemasangan Batu Sikat

Pemasangan batu sikat membutuhkan ketelitian agar pola yang diinginkan dapat tercipta dengan baik. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam pemasangannya:

  1. Persiapan Permukaan: Pastikan area yang akan dipasang batu sikat rata dan bersih dari kotoran.
  2. Pembuatan Pola: Tentukan pola yang diinginkan sebelum memasang batu. Pola dapat dibuat dengan bantuan cetakan atau secara manual.
  3. Penempelan Batu: Gunakan campuran semen dan pasir sebagai perekat. Susun batu sikat sesuai pola yang diinginkan.
  4. Finishing: Setelah batu tertempel dengan baik, lapisi dengan cairan pelindung agar batu lebih awet dan tahan terhadap air.

5. Keunggulan dan Kelemahan Batu Sikat

Seperti material bangunan lainnya, batu sikat memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Keunggulan:

  • Estetika yang Unik: Memberikan tampilan yang alami dan artistik.
  • Anti Selip: Teksturnya yang kasar membuat lantai tidak licin, sangat cocok untuk area outdoor.
  • Tahan Cuaca: Batu sikat sangat tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
  • Ramah Lingkungan: Bahan alami yang tidak merusak lingkungan.

Kelemahan:

  • Perawatan: Batu sikat memerlukan perawatan rutin, seperti pembersihan dan pelapisan ulang, untuk menjaga keindahannya.
  • Biaya: Biaya pemasangan bisa relatif mahal, tergantung pada pola dan jenis batu yang digunakan.
  • Kenyamanan: Karena teksturnya kasar, batu sikat mungkin tidak nyaman jika digunakan tanpa alas kaki.

6. Tips Merawat Batu Sikat

Agar tampilan batu sikat tetap indah dan awet, perawatan rutin sangat diperlukan. Beberapa tips untuk merawatnya meliputi:

  • Bersihkan secara berkala menggunakan air dan sikat untuk menghilangkan debu dan kotoran.
  • Gunakan cairan pelindung batu setiap 6 bulan sekali agar batu tetap mengkilap dan terlindungi dari air serta jamur.
  • Hindari paparan bahan kimia yang berlebihan, karena dapat merusak permukaan batu.

Cara Mudah Membuat Taman Minimalis di Lahan Sempit

Mendesain taman di rumah minimalis menjadi tantangan sendiri. Sebab, Anda dituntut untuk memiliki kreativitas tinggi dalam menciptakan taman minimalis dengan lahan terbatas agar bisa menampilkan halaman rumah yang cantik. Anda harus memadukan imajinasi, kreativitas, serta selera yang Anda miliki. Lalu, bagaimana cara membuat taman minimalis di lahan terbatas?

1. Mengukur dan Menentukan Lahan

Hal pertama yang harus Anda lakukan dalam mendesain taman minimalis adalah mengetahui seberapa luas lahan yang akan digunakan. Ini nantinya akan berpengaruh pada konsep atau tema taman dan jenis tanaman harus ditampilkan.

Tak ada aturan khusus di mana letak lokasi untuk membuat taman. Namun area yang paling baik untuk mempercantik rumah minimalis dengan taman adalah di teras bagian depan rumah. Anda bisa memanfaatkan area sudut terdepan halaman rumah.

2. Menentukan Tema Taman

Pada tahap ini selera Anda sangat dibutuhkan. Namun jika kesulitan menentukan tema untuk taman di rumah Anda, sebaiknya sesuaikan dengan tema keseluruhan rumah Anda. Bisa saja Anda menggunakan tema taman tropis, atau Taman bertema Bali.

Pemilihan konsep juga dipengaruhi oleh pola media penempatan tanaman. Ada dua jenis media, yaitu dengan penanaman langsung ke tanah dan melalui perantara media tanam seperti pot.

Untuk menghadirkan kesan luas dengan kontur landscape, penanaman langsung ke tanah lebih cocok. Sedangkan pemanfaatan media tanam seperti pot akan lebih kuat fungsi dan karakternya untuk taman jenis vertikal atau bertumpuk.

3. Formal atau Informal

Dalam ilmu mendesain taman minimalis, dikenal konsep taman formal dan informal. Kedua konsep tersebut memiliki perbedaan dalam menampilkan karakter sebuah taman. Terutama dalam hal pemilihan media serta jenis tanaman.

Untuk taman minimalis formal, desain lebih menonjolkan aturan simetris yang terkesan kaku. Jenis tanaman yang dipasang biasanya seperti palem kipas dengan menggunakan media pot keramik yang besar. Sementara untuk desain informal biasanya tidak bertema dan lebih mengedepankan sisi alami serta fungsi taman itu sendiri.

4. Memilih Jenis Tanaman

Untuk taman di lahan kecil hindari terlalu banyak menaruh berbagai jenis tanaman. Alih-alih menciptakan rumah cantik minimalis, terlalu banyak tanaman malah akan membuat rumah terlihat sumpek.

Jangan lupa untuk memperhatikan penyeragaman warna bunga atau daun. Warna hijau lebih banyak menguatkan kesan asri. Sedangkan taman dengan aneka bunga berwarna-warni bisa menghadirkan kesan keceriaan dan semangat.

Untuk menciptakan harmonisasi, alangkah baiknya jika penempatan tanaman dilakukan sesuai pengelompokan. Pengelompokan bisa dilakukan berdasarkan pada penggunaan media pot yang sama atau jenis warna yang sama.

5. Jangan Lupa Drainase

Area taman akan lebih banyak terkena siraman air karena itu penting untuk membangun saluran drainase yang baik agar rumah antik  Anda tak terlalu sering basah dan becek. Drainase harus selalu terhubung dengan saluran pembuangan air rumah dan komplek tempat tinggal Anda.

Buat lubang drainase lebih rendah dari permukaan taman untuk memudahkan penyerapan dan jatuhnya air. Sekarang ini banyak sekali bahan dan desain penutup drainase dengan model modern, unik, dan menarik. Pastikan drainase tak terhambat oleh benda apapun agar aliran air tetap lancar.

6. Perhatikan Sinar Matahari

Kehadiran sinar matahari menjadi elemen penting taman minimalis karena dibutuhkan untuk menjaga tanaman tetap hidup. Namun, ada beberapa tanaman yang tidak boleh terlalu banyak terekspos sinar. Karena itu dalam penataan taman memperhatikan arah kedatangan sinar matahari sangat penting.

Tanaman juga membutuhkan ruang cukup untuk bernafas. Karena itu sebaiknya jangan memenuhi taman Anda dengan terlalu banyak tanaman.

Bingung mau bikin taman? Hubungi saja Sahabat Multi Bangunan.

Kembali ke Atas

Reset password

Enter your email address and we will send you a link to change your password.

Get started with your account

to save your favourite homes and more

Sign up with email

Get started with your account

to save your favourite homes and more

By clicking the «SIGN UP» button you agree to the Terms of Use and Privacy Policy
Powered by Estatik