Mau Pake Lantai Vynil? Simak Dulu Sebelum Menyesal!
Lantai vinyl merupakan bahan lantai sintetis yang tahan lama, terjangkau dan mudah dipasang. Ada juga beberapa orang yang mengenal vinyl sebagai material pelapis lantai pengganti keramik dan ubin. Mr Handyman menyebut, lantai vinyl semakin populer karena keserbagunaannya, di samping kemampuannya dalam bertahan di lingkungan yang lembab. Tak hanya itu, tampilan motif kayu yang umum pada lantai vinyl juga tampak realistis.
Tidak hanya itu, lantai vinyl juga tahan terhadap air, anti rayap, mudah diaplikasikan dan memiliki banyak pilihan desain. Bagi yang tidak menyukai motif kayu, ada banyak pilihan lainnya seperti bebatuan alam, zigzag, abu gelap polos, maupun motif beton.
Beberapa orang menganggap lantai vinyl dan laminasi adalah jenis yang sama. Padahal keduanya merupakan material berbeda, dimana lantai vinyl terbuat dari bahan sintetis, sedangkan lantai laminasi mengandung beberapa kayu. Inilah alasan utama lantai laminasi rentan terhadap kelembaban dan kelembaban.
Lantai laminasi terdiri dari inti papan serat kayu dengan butiran kayu yang disegel di bawah lapisan pelindung bening. Semua lapisan ini dilaminasi bersama untuk memberikan bahan lantai yang lebih kaku dan realistis. Lantai laminasi biasanya dijual dengan papan yang saling menempel untuk tampilan dan nuansa lantai kayu keras.
Jenis Vinyl Lantai Yang Banyak Digunakan
Mengutip Archify, ada dua jenis lantai vinyl. Jenis pertama yaitu vinyl tile yang motifnya menyerupai keramik atau batu marmer. Jenis ini cocok bagi penghuni rumah yang menginginkan lantai seperti keramik, tapi tidak suka dengan retakan atau goresan yang timbul dari keramik. Pemasangan vinyl tile menggunakan lem khusus supaya lebih kokoh menempel di lantai. Pemasangan bisa dilakukan secara vertikal maupun horizontal. Untuk harga pada jenis ini berkisar Rp500 ribuan per meter persegi.
Selanjutnya jenis kedua disebut karpet lantai vinyl berbentuk roll. Panjangnya bisa mencapai 25 meter dengan lebar hingga 2 meter. Bentuknya mirip dengan karpet tetapi tidak berbulu. Motifnya garis-garis seperti pattern kayu dengan warna beraneka macam, mulai dari coklat muda hingga coklat tua. Harga untuk jenis ini relatif lebih murah yakni mulai Rp100 ribuan per meter persegi.
Kedua jenis lantai vinyl tersebut tentunya bisa dijadikan alternatif untuk mempercantik hunian. Beragam desain bisa dibuat sesuai selera. Di sisi lain, Anda bisa memilih jenis mana yang tepat digunakan untuk hunian yang dimiliki. Budget dan desain rumah juga bisa jadi bahan pertimbangan untuk memilih jenisnya. Setiap lantai vinyl memiliki karakteristik tersendiri dengan motif yang sama bagusnya.
Keunggulan Lantai Vynil
Keunggulan utama dari lantai vinyl adalah sifatnya yang 100% water resistant atau anti air. Anda tidak perlu khawatir akan lapuk dan dapat menempatkannya di ruang bawah tanah, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, hingga ruang makan. Memiliki binatang peliharaan dan anak kecil juga tidak akan menjadi masalah jika mengaplikasikan lantai vinyl di rumah.
Pemeliharaan lantai vinyl juga tak ada bedanya dengan keramik dan ubin. Anda hanya perlu menyapu setiap hari dan mengepel beberapa kali saja dalam seminggu. Hanya dengan langkah mudah, Anda bisa mendapatkan lantai yang terlihat mewah, tahan beban, dan awet. Berikut beberapa keunggulan dari lantai vinyl, seperti dilansir dari House of Country Wood.
3 Hal Yang Membuat Lantai Vynil Banyak Digunakan
Harga Terjangkau
Bila menginginkan sebuah lantai dengan tampilan menarik seperti lantai kayu atau lantai yang terbuat dari marmer, Anda bisa menciptakannya lewat lantai vinyl dengan harga yang relatif jauh lebih murah. Selain itu, ada banyak merek yang menyediakan lantai vinyl lengkap dengan desain bervariasi. Sehingga bisa sesuaikan dengan selera maupun mengikuti model ruangan yang diinginkan.
Pemasangan Mudah
Lantai vinyl sangat mudah untuk dipasang di rumah, tanpa bantuan ahli. Pada dasarnya, lantai vinyl punya pola yang rapi sehingga memudahkan penggunanya untuk menyesuaikan pola dan memasangnya pada lantai agar terlihat rapi. Teksturnya yang solid dan kuat juga membuat Anda tidak perlu takut pecah, berbeda dengan pemasangan lantai keramik yang berat dan memerlukan kehati-hatian.
Tampilan Menarik
Lantai vinyl punya desain yang menyerupai permukaan kayu, batu hingga material alami lainnya. Desain tersebut diyakini mampu membuat suasana rumah terlihat lebih mewah. Berbeda dengan lantai kayu pada umumnya, lantai vinyl tidak mempunyai tekstur yang cacat dan sudah dibuat dengan penampilan yang rapi dan sempurna. Setiap lembar lantainya mempunyai bentuk yang sama dan konsisten, bahkan mempunyai sebuah embos yang sama layaknya sebuah kayu asli.
Meskipun terlihat nyata, namun jika dilihat secara seksama dalam jarak dekat, maka Anda bisa mengetahui ilusi dari lantai vinyl yang sebenarnya. Lapisan dari lantai vinyl sangat halus dan berbeda dengan lantai kayu yang umumnya memiliki tekstur kasar dan nyata apabila Anda memegang dan menginjaknya.
Milenial, Jangan Sembarangan Pakai Lantai Vynil!
Seperti produk lantai lainnya, tentu saja ada kekurangan pada lantai vinyl. Salah satunya, jika Anda memasang lantai vinyl dengan sistem tempel, maka proses pelepasannya akan sangat susah. Sehingga, jika Anda berpikiran untuk mengganti lantai di masa yang akan datang, maka sebaiknya Anda tidak memilih lantai vinyl dengan sistem tempel atau lem.
Seperti dijelaskan sebelumnya, keunggulan utama dari lantai kayu murah ini adalah keawetannya. Meski begitu, sebagai lantai yang cenderung lebih lunak daripada lantai laminasi dan kayu asli, lantai vinyl sangat mudah rusak karena benda tajam seperti pisau dapur yang mungkin terjatuh. Selain itu, benda yang sangat berat juga dapat membengkokkan lantai ini.
Kekurangan lantai vinyl lainnya adalah lapisan akhir yang berbeda dari lantai laminasi. Kebanyakan lantai vinyl belum dibekali lapisan anti UV, sehingga lantai bisa berubah warna dalam beberapa tahun pemakaian. Terlebih jika Anda memasang lantai vinyl di ruangan yang terpapar sinar matahari langsung seperti teras. Alih-alih, sebaiknya tutupi ruangan saat siang hari.