Dampak Konflik Tunda Bayar: Kontraktor Bongkar Proyek
Salah satu dampak paling mencuat dari masalah tunda bayar terjadi pada akhir 2025, ketika seorang kontraktor bernama Hendrik dan perusahaannya CV Sultan Hamdan Halmahira melakukan aksi nekat dengan membongkar box culvert atau drainase di Jalan Letkol Hasan Basri dan Jalan Diponegoro — sebagai bentuk protes terhadap pembayaran yang belum dibayarkan selama hampir dua tahun.
Insiden pembongkaran ini sempat memutus akses jalan dan memicu reaksi dari pejabat pemerintahan setempat, termasuk Wakil Wali Kota Markarius Anwar yang turun langsung meninjau lokasi kerusakan. Pemerintah menilai tindakan tersebut berpotensi menjadi persoalan hukum, namun juga menegaskan bahwa konflik semacam ini mencerminkan perlunya dialog konstruktif antara kontraktor dan instansi terkait.
Hendrik, dalam beberapa pernyataannya kepada media, menegaskan bahwa pekerjaannya menurutnya telah selesai sesuai spesifikasi, namun pembayaran yang menjadi haknya belum turun meski sudah menunggu lebih dari satu tahun. Hal ini pun diperparah oleh situasi administrasi dan mekanisme anggaran pemerintah yang berjalan lambat.
