Teknik Pembuatan Basement yang Aman dan Kedap Air | Kontraktor Pekanbaru | Arsitek Pekanbaru | Kontraktor terbaik Pekanbaru | Kontraktor murah Pekanbaru
Pembangunan basement atau ruang bawah tanah adalah pekerjaan konstruksi yang memiliki risiko dan tingkat kesulitan tinggi. Fokus utamanya bukan hanya pada kekuatan struktur, tetapi juga pada pengendalian tekanan tanah dan manajemen air tanah agar area tersebut tetap kering dan aman.
Berikut adalah lima tahapan utama dalam pembuatan basement:
1. Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)
Sebelum penggalian dimulai, dinding penahan tanah harus terpasang untuk mencegah longsornya tanah di sekitar lokasi, terutama jika berdekatan dengan bangunan lain. Metode yang umum digunakan adalah:
-
Soldier Pile: Tiang beton yang dipasang berjajar.
-
Diaphragm Wall: Dinding beton cor di tempat yang sangat kokoh untuk basement dalam.
-
Sheet Pile: Lembaran baja yang dipancangkan ke dalam tanah.
2. Dewatering (Pengeringan Lahan)
Area basement sering kali berada di bawah muka air tanah. Proses dewatering dilakukan untuk menurunkan muka air tanah sementara selama masa konstruksi. Hal ini memastikan dasar galian tetap kering sehingga pekerjaan pondasi dan lantai kerja tidak terganggu oleh rembesan air.
3. Penggalian dan Sistem Strutting
Penggalian dilakukan secara bertahap. Untuk menjaga agar dinding penahan tidak roboh akibat tekanan tanah horizontal, dipasang sistem strutting (balok penyangga baja) atau ground anchor yang menahan dinding dari arah luar. Sistem ini sangat krusial dalam menjaga stabilitas lubang galian yang dalam.
4. Sistem Waterproofing (Kedap Air)
Kebocoran adalah musuh utama basement. Oleh karena itu, seluruh permukaan dinding dan lantai yang bersentuhan dengan tanah wajib dilapisi sistem waterproofing.
-
Integral Waterproofing: Campuran khusus pada beton agar kedap air.
-
Membrane Waterproofing: Lapisan lembaran kedap air yang dipasang di luar struktur beton.
-
Waterstop: Material yang dipasang pada setiap sambungan pengecoran untuk menutup jalur air.
5. Struktur Raft Foundation
Lantai basement biasanya berfungsi sebagai pondasi utama yang disebut Raft Foundation (pondasi rakit). Seluruh lantai dasar basement berupa plat beton tebal yang menyatu dengan kolom-kolom gedung. Struktur ini dirancang untuk menahan gaya angkat air (uplift pressure) dari bawah tanah agar gedung tidak “mengapung” atau retak
